Tugas Materi 7 Fungsi Kombinasi Logika
Tugas Materi 7 Fungsi Kombinasi Logika
Nalendra Anugrah Gusti
Pendahuluan
Fungsi kombinasi logika adalah dasar dari berbagai sistem digital yang kita gunakan sehari-hari. Mereka memainkan peran penting dalam desain sirkuit digital, komputasi, dan pemrograman. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu fungsi kombinasi logika, bagaimana cara kerjanya, serta beberapa contoh penerapannya. Selain itu, kita akan mengeksplorasi bagaimana fungsi ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan di berbagai bidang teknologi.
Apa itu Fungsi Kombinasi Logika?
Fungsi kombinasi logika adalah fungsi yang menghasilkan keluaran berdasarkan kombinasi dari masukan-masukan logika tertentu. Tidak ada memori atau elemen penyimpanan dalam fungsi kombinasi logika; output hanya tergantung pada input saat itu juga. Contoh umum dari fungsi kombinasi logika termasuk gerbang AND, OR, dan NOT.
Jenis-jenis Gerbang Logika
Terdapat beberapa jenis gerbang logika yang umum digunakan. Berikut adalah jenis-jenis gerbang logika dan tabel kebenarannya.
Gerbang AND
Gerbang AND memerlukan dua atau lebih input untuk menghasilkan satu output. Jika salah satu inputnya adalah 0, maka outputnya akan menjadi 0. Jika semua input adalah 1, maka outputnya akan menjadi 1.
Gerbang OR
Gerbang OR memerlukan dua input untuk menghasilkan satu output. Gerbang OR akan menghasilkan output 1 jika salah satu atau semua input adalah 1. Jika semua input adalah 0, maka output akan menjadi 0.
Gerbang NOT
Gerbang NOT berfungsi sebagai pembalik keadaan. Jika input bernilai 1, maka outputnya akan bernilai 0, dan begitu juga sebaliknya.
Gerbang NAND
Gerbang NAND adalah gabungan dari gerbang AND dan gerbang NOT. Output yang dihasilkan dari gerbang NAND adalah kebalikan dari gerbang AND.
Gerbang NOR
Gerbang NOR adalah gabungan dari gerbang OR dan gerbang NOT. Output yang dihasilkan dari gerbang NOR adalah kebalikan dari gerbang OR.
Gerbang XOR
Gerbang XOR memerlukan dua input untuk menghasilkan satu output. Jika input berbeda (misalkan: input A=1, input B=0), maka output yang dihasilkan adalah 1. Jika input sama, maka outputnya akan 0.
Gerbang XNOR
Gerbang XNOR memerlukan dua input untuk menghasilkan satu output. Jika input berbeda, maka output yang dihasilkan adalah 0. Jika input sama, maka outputnya akan 1.
Contoh Penerapan Gerbang Logika
Gerbang logika digunakan pada banyak bidang teknologi. Berikut ini adalah beberapa contoh penerapannya:
Perangkat Elektronik
Gerbang logika terdapat dalam chip (IC) yang merupakan bagian dari berbagai perangkat elektronik seperti komputer, telepon, dan laptop.
Perangkat Kompleks
Kombinasi kompleks gerbang logika dapat digunakan untuk membuat berbagai macam perangkat seperti satelit dan robot
.
Perangkat Sederhana
Kombinasi sederhana gerbang logika bisa ditemukan dalam perangkat seperti alarm anti maling, bel, saklar, dan lampu jalan.
Pengolahan Data
Gerbang logika berperan penting dalam pengiriman, perhitungan, dan pengolahan data.
Sirkuit TTL dan CMOS
Gerbang logika juga digunakan dalam logika transistor-transistor (TTL) dan sirkuit CMOS yang biasa ada di produk jam tangan.
Klasifikasi Logika Kombinasional: Rangkaian Logika Kombinasi
Penggunaan Umum: Multiplexer dan De-multiplexer
Salah satu penggunaan logika kombinasional yang paling umum adalah pada rangkaian tipe Multiplexer dan De-multiplexer. Pada perangkat ini, beberapa input atau output dihubungkan ke jalur sinyal umum, dan gerbang logika digunakan untuk memecahkan kode alamat guna memilih satu saklar input atau output data.
Sakelar Keadaan Padat
Multiplekser terdiri dari dua komponen utama: dekoder logika dan beberapa sakelar solid state. Sebelum membahas multiplekser, dekoder, dan de-multiplekser, penting untuk memahami peran sakelar solid state dalam desainnya.
Sakelar Keadaan Padat:
-TTL: Terbuat dari transistor, hanya bisa mengalirkan arus satu arah.
-CMOS: Menggunakan FET, bertindak sebagai sakelar dua arah yang hampir sempurna, ideal untuk sakelar solid state.
Aplikasi Sakelar Solid State
-Sakelar solid state hadir dalam berbagai tipe dan peringkat berbeda untuk berbagai aplikasi:
Sakelar Analog:
-Digunakan dalam peralihan data dan komunikasi, sinyal video dan audio, serta kontrol proses.
Sakelar Digital:
-Untuk transmisi data berkecepatan tinggi, peralihan sinyal, Ethernet, LAN, USB, dan transmisi serial.
Sakelar Daya:
-Untuk aplikasi catu daya dan peralihan tegangan serta arus yang lebih besar.
Sakelar Bilateral Analog
-Sakelar analog mengalihkan data atau arus sinyal saat dalam keadaan "ON" dan memblokirnya saat "OFF". Peralihan cepat antara keadaan "ON" dan "OFF" dikendalikan oleh sinyal digital.
Karakteristik:
-Resistansi nol saat "ON".
-Resistansi tak terbatas saat "OFF".
-Sakelar dengan R_ON kurang dari 1Ω tersedia.
Sakelar Analog Solid State
Dengan menghubungkan MOSFET saluran-N dan saluran-P secara paralel, sinyal bisa lewat di kedua arah, menjadikannya sakelar "bi-arah". Aktivasi "ON" atau "OFF" dikendalikan oleh dua amplifier non-inverting dan inverting internal.
Jenis Kontak
Sakelar analog tersedia dalam berbagai bentuk atau tipe kontak, seperti:
-SPST (Single-Pole Single-Throw).
-SPDT (Single-Pole Double-Throw).
Paket IC Sakelar Analog
Sakelar analog dapat digabungkan dalam paket IC standar, membentuk konfigurasi peralihan SPST dan SPDT serta multiplexer multichannel. Contoh umum adalah IC 74HC4066, yang memiliki 4 sakelar dua arah independen dalam satu paket. Varian yang paling banyak digunakan adalah yang digambarkan sebagai "Multi-way Bilateral Switches", atau dikenal sebagai IC "Multiplexer" dan "De-multiplexer".
Rangkaian logika kombinasi seperti multiplexer dan de-multiplexer sangat penting dalam berbagai aplikasi teknologi modern, memanfaatkan sakelar solid state untuk efisiensi dan keandalan dalam peralihan data dan sinyal.
https://onlinelearning.uhamka.ac.id/
Comments
Post a Comment